Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Bahaya Herbisida untuk Kesehatan

Mengenal Bahaya Herbisida untuk Kesehatan
wuzufe/pixabay.com
Bicara Blitar--
Enggak bisa dipungkiri bahan-bahan kimia punya dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya pengaruh dari herbisida.

Herbisida sendiri ada dua jenis, yaitu herbisida yang sifatnya sistemik dan kontak. 

Pertama yang sifatnya sistemik bersifat membunuh semuanya. Sedangkan yang kedua, yakni herbisida kontak contohnya gramaxon. 

Herbisida sendiri mengandung glifosat, yang jadi turunan rekayasa dari AMPA (asam aminometilfosfonat). 

Glisofat punya dampak negatif bagi tanaman maupun manusia yang mengonsumsi tanaman tersebut usai dipanen.

Dampak Buruk Herbisida

Salah satu petani di Blitar, Aryo Musthofa (46) menceritakan bahaya dari herbisida. Dia menyebut, kandungan glisofat pada herbisida punya resiko tinggi terhadap kesehatan. Bahkan bisa menyebabkan kanker. 

"Secara kesehatan herbisida itu merusak organ dalam salah satunya ginjal," kata Aryo, usai kegiatan tur Blitar dari Nusantara Code, Sabtu, 22 Juli 2023.

Sedangkan dampak negatif bagi pertanian, kata Aryo, ialah membuat tanah menjadi rusak, karena tanah yang disemprot herbisida bakal kehilangan unsur hara.

Menurutnya, tanah menjadi tidak lengket. Jadi apabila terkena air hujan langsung hilang. Sehingga top soil pada tanah akan menipis, karena unsur hara itu paling banyak terletak pada tanah bagian atas.

Pria yang sudah menjadi petani selama 13 tahun ini mencontohkan, apabila tanaman pematang disemprot dengan herbisida akan gampang ambrol. 

Lereng gunung bisa jadi penyebab longsor. Soalnya tidak ada pohon yang hidup disekitarnya dan juga sering di herbisida. 

"Contoh lain adalah tanaman tebu, apabila sudah ditebang pasti debu akan berhamburan karena tidak terikat," ujarnya.


Penulis: Zahrotul Ula - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar