Nasi Pecel Pawon Bu Marti Jatinom Blitar, Legendaris dan Penyajiannya Masih Pakai Cara Tradisional

Nasi Pecel Pawon Bu Marti Jatinom Blitar, Legendaris dan Penyajiannya Masih Pakai Cara Tradisional
Bicara Blitar--
Perlakuan terhadap makanan memang punya pengaruh terhadap cita rasa. Salah satunya apabila makanan diolah dengan disajikan dengan cara tradisional.

Salah satu tempat yang menyediakan penyajian tradisional adalah di Warung Nasi Pecel Pawon Bu Marti yang berlokasi di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Pengunjung bakal merasakan cita rasa yang khas dibandingkan penjual nasi pecel di tempat lain. Pastinya rasa yang ditawarkan menggoda lidah dan bikin Ketahanan.

Dimasak menggunakan kayu bakar
Nasi Pecel Pawon Bu Marti Jatinom Blitar, Legendaris dan Penyajiannya Masih Pakai Cara Tradisional
Sudah jarang ditemukan warung penjual makanan yang masaknya masih pakai kayu bakar. Padahal aroma yang dihasilkan menambah rasa makanan menjadi lebih nikmat.

Di Warung Nasi Pecel Bu Marti masaknya masih pakai kayu bakar yang identik dengan cara-cara tradisional. Sayuran kulup dan sambal pecelnya jadi lebih terasa enak.

Apalagi kalau ditambah mentimun dan daun kemangi sebagai tambahan makanan, rasanya semakin tambah nikmat lagi. Maka butuan coba datang ke Warung Nasi Pecel Pawon Bu Marti.

Punya ciri khas pawon
Nasi Pecel Pawon Bu Marti Jatinom Blitar, Legendaris dan Penyajiannya Masih Pakai Cara Tradisional
Kalau ke Blitar terus mau nyari tempat ini, ada kata kunci yang patut untuk disebut, yaitu pawon. Karena di Blitar warung nasi pecel jumlahnya enggak sedikit, dan punya identitas sendiri-sendiri.

Selain dimasak dengan cara tradisional, pengunjung bakal memilih dan membayar nasi pecel yang dipesan di pawon. Pawon yang ada di warung Bu Marti seperti zaman dahulu, bangunannya didominasi kayu.

Usai menerima makanan dari pawon, pembeli bisa memilih antara makan di pawon atau di teras rumah. Akan tetapi yang pasti, saat datang ke sini enggak bakal dikecewakan.

Harganya terjangkau
Nasi Pecel Pawon Bu Marti Jatinom Blitar, Legendaris dan Penyajiannya Masih Pakai Cara Tradisional
Kalau soal harga enggak bakal nguras kantong, karena cukup murah untuk ukuran orang biasa. Satu porsi nasi pecel penjual hanya mematok harga Rp 8 ribu. 

Padahal untuk satu porsinya menu-menu yang disajikan cukup banyak. Sehingga bakal membuat perut pembeli jadi kenyang, dan pastinya akan puas.

Di warung tersebut juga tersedia minuman dengan harga yang cukup terjangkau. Pengunjung hanya cukup mengeluarkan uang Rp 2 ribu untuk mendapatkan es teh ataupun teh hangat.
Lebih baru Lebih lama

Ikuti Kami di Google News

Magspot Blogger Template

Iklan

Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال